Mengubah Ampas Gambir Yang Biasanya Terbuang Menjadi Pewarna Alami Tekstil
1/18/2026


Di Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, hamparan tanaman gambir selama ini hanya dikenal sebagai sumber pewarna dan bahan tradisional. Namun bagi Aziza Nurul Amanah, sisa-sisa limbahnya menyimpan cerita lain: sebuah peluang untuk menjaga hutan dan memberdayakan perempuan.
Aziza tumbuh besar di wilayah yang akrab dengan kisah tentang hutan yang menyusut dan tanah yang rusak. Ia menyaksikan perubahan bentang alam yang lambat tapi pasti. Dari pengalaman itulah muncul gagasan untuk bergerak di jalur berbeda: mengolah apa yang ada di sekitar, sekaligus merawatnya.
Aziza mengubah ampas gambir yang biasanya terbuang menjadi pewarna alami tekstil. Ia melatih 45 perempuan pengrajin untuk menguasai keterampilan ramah lingkungan: mewarnai kain tanpa bahan kimia, meracik warna dari alam, hingga memasarkan hasilnya secara digital. Hasil karya itu bukan hanya potongan kain, melainkan simbol kemandirian ekonomi dan kepedulian ekologis.
Dari gambir yang dulunya dianggap limbah, ia menunjukkan bahwa kain pun bisa menjadi jembatan antara pelestarian alam dan kesejahteraan komunitas.
Lihat Dokumentasi Lengkap Di Instagram
https://www.instagram.com/reel/DPWEXm2j4V3/?igsh=dTZudHc4MThwcnoy
https://www.instagram.com/reel/DNhnzGZP8b_/?igsh=MW03MGkwZWNzdTVsZw%3D%3D

